digital clock

Kamis, 11 Oktober 2012

Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarokatuh...

Ada beberapa hal yang ingin saya ceritakan disini... tak terasa sudah lewat 3 tahun saya tidak mengisinya...
Alasan salah satunya yaitu.. LUPA pernah punya blog. Memang memory saya payah... itulah sang sanguinish.
Saya ingin berbagi salah satu cerita yang pernah saya baca disatu majalah Islami... 

Selamat Menyimak...

Sepasang suami istri sedang berbelanja di pusat keramaian. Maklum tanggal gajian sang suami telah datang. Sang Istri begitu payah membawa banyak barang belanjaan, dibantu oleh Suaminya. Kemudian mereka melepas penat disebuah cafe. Tak jauh dari tempat mereka duduk, terlihat pengemis sedang duduk memelas.Setiap orang yang melewatinya, dia selalu meminta sedekah yang katanya untuk makan. Melihat pemandangan seperti itu, Sang Suami ingin memberinya sedikit uang.. berkatalah Istrinya... "Sudah Pa jangan dikasih uang lagi.. tadi Mama sudah memberinya lagian kebutuhan kita saja masih juga pas pasan". Memang Sang Istri dalam kesehariannya selalu mengeluh. Sang Suami pun menjawab, "Baiklah, Papa mau ke ATM dulu". Sang suami pun beranjak pergi melewati pengemis tadi. Tiba di ATM sang Suami melakukan tarik tunai setelah sebelumnya mencheck saldo. "Hmm, saldo masih cukuplah untuk bulan ini", gumam Sang Suami. Terlihat enam digit angka tertera di layar display.
Keluar dari ATM Sang Suami tak lupa memberikan uang 10 ribu untuk Si Pengemis. Kemudian pengemis mengucapkan terima kasih, syukur serta do'a yang sangat panjang untuk Sang Suami dan keluarganya. Dalam hati Sang Suami berkata, "Hanya 10 ribu yang kuberi tetapi syukur serta do'anya untukku sebanyak ini, sedang aku setiap bulan setiap bulan mendapatkan gaji tetapi kemana rasa syukurku? 

Setelah membaca cerita diatas, siapakah yang lebih mulia - pengemis yang banyak bersyukur atau pekerja yang kufur?